NEWS UPDATE

Siap Menyelenggarakan Pameran Virtual Perdana

Siap Menyelenggarakan Pameran Virtual Perdana

Jakarta, 20 Agustus 2020 – Situasi pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat harus membuat
terobosan baru dan berpikir kreatif untuk tetap bertahan di situasi ini. Salah satunya dalam industri MICE
yang membuat terobosan dengan akan mengadakan virtual exhibition. Pameran lisensi dan waralaba The
18th Indonesia Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2020 merupakan
virtual exhibition pertama dari Dyandra Promosindo bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia
(AFI) dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI).
IFRA 2020 Virtual Expo perdana akan diselenggarakan pada tanggal 18 – 20 September 2020 melalui IFRA
Virtual Platform. Pameran yang awalnya akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) ini akan
berubah menjadi pameran virtual mengikuti panduan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa
Transisi yang kembali diperpanjang. Melalui pameran virtual ini, pengunjung tetap dapat berinteraksi
dengan peserta pameran melalui platform yang telah disediakan. Pameran virtual ini merupakan platform
yang efektif dan efisien bagi para pelaku usaha, franchisor, licensor untuk bertemu dengan calon
franchisee dan licensee yang potensial. Melalui pameran virtual ini pengunjung dapat mengakses pameran
IFRA dengan waktu dan tempat yang fleksibel, bahkan dapat juga diakses melalui smartphone.
Pengunjung juga berkesempatan untuk live chat dengan peserta pameran dan dapat juga menjadwalkan
business matching. Selain itu dari sisi peserta pameran juga mendapatkan kelebihan dengan kemudahan
dan fleksibilitas dalam mengakses virtual booth, jangkauan potential business target lebih luas,
mendapatkan fitur business matching, fitur live/private chat, slot untuk presentasi bisnis, product
catalogue/paket investasi, company profile, dan video display.
Selain fitur-fitur tersebut, IFRA Virtual Expo juga telah menyiapkan ragam acara pendukung secara virtual.
Diantaranya adalah virtual business matching, virtual celebpreneur talkshow, interactive quiz, lucky draw,
stage performance, virtual retirees seminar, dan IFRA Awards. IFRA Virtual Expo dapat diakses dengan
HTM sebesar Rp 20.000 untuk satu hari dan Rp 50.000 untuk tiga hari.
“IFRA siap menghadirkan sesuatu yang baru, sesuatu yang dapat mengakomodir semua stakeholders dan
dapat bertemu dalam satu platform. Pameran yang biasa bertatap muka langsung secara offline sekarang
bisa bertemu melalui virtual, yang tentunya tanpa mengurangi interaksi antara pengunjung dan peserta
pameran. Inilah yang dinamakan adanya new product development, adanya penyesuaian dan
pengembangan produk usaha dalam beradaptasi dan menyesuaikan situasi terkini. Hal ini yang coba kami
terapkan di IFRA dan industri lisensi dan waralaba pada umumnya,” jelas Anang Sukandar, Ketua Umum
AFI.

2
Selain IFRA Online Conference dan Virtual Expo, IFRA sudah menyiapkan rangkaian acara hingga tahun
2021 mendatang. Di bulan Oktober 2020, IFRA akan turut meramaikan gelaran Dyandra New Adventure
(DNA) dengan menghadirkan mini pavilion dengan unit-unit usaha pilihan. DNA merupakan pameran
terbaru dari Dyandra Promosindo dengan mengsinergikan beberapa industri yang berbeda dalam satu
payung event bersama. DNA akan hadir pada tanggal 2 – 4 Oktober 2020 di JIExpo, Kemayoran.
Puncaknya, IFRA akan kembali hadir secara offline di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 8 – 11
Juli 2021. Ini akan menjadi pameran lisensi dan waralaba terbesar dengan menggunakan tiga hall di JCC.
“Kami selaku penyelenggara sangat bersemangat melihat geliat optimisme dari para penggiat bisnis lisensi
dan waralaba sehingga kami telah menyiapkan rangkaian acara IFRA hingga tahun depan. Kami juga
dengan bangga akan menghadirkan IFRA 2020 Virtual Expo yang merupakan pameran perdana kami yang
dilaksanakan secara online. Event ini memacu kreativitas kami untuk dapat menghadirkan new experience
bagi para pengunjung yang berpartisipasi di pameran virtual. Adanya pameran virtual ini juga membuka
jangkauan pameran tanpa batas wilayah dimana orang di berbagai belahan dunia dapat “berkunjung” di
pameran ini. Hal ini sejalan dengan visi IFRA yang ingin mendorong pelaku usaha lokal dapat menembus
pasar global,” terang Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo.
Hadirkan Online Conference di Bulan Agustus
IFRA 2020 tidak hanya hadir melalui Virtual Expo tapi juga IFRA Online Conference yang akan diadakan
pada tanggal 28 - 29 Agustus 2020 melalui Zoom. Online Conference ini akan mengangkat tema
“Strengthening Entrepreneurship and SME Economy Through Licensing and Franchising” sudah
menyiapkan sejumlah pembicara dari berbagai kalangan seperti perwakilan pemerintah, asosiasi,
konsultan, pengusaha hingga musisi. Beberapa pembicara yang sudah konfirmasi antara lain Leonard
Theosabrata, Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah; Albert Kong,
CEO Asia Franchise and Business Opportunities Magazine; Chandra Darusman, Musisi dan Dewan
Penasihat Asosiasi Lisensi Indonesia; Chico Hindarto, Ketua Wahana Musik Indonesia (WAMI); Christopher
Sebastian, CEO Makko Group; Donny Pramono, Founder dan CEO Sour Sally Group; Hendy Setiono, CEO
Baba Rafi Enterprise; dan Dr. Mulya Amri, Direktur Riset Katadata Insight Center. IFRA Online Conference
2020 juga turut mengundang Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan Republik Indonesia; Wishnutama,
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; dan Dr. Freddy Harris, ACCS., Direktur
Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Topik-topik pembahasan juga akan berfokus mengenai strategi dan kiat bisnis di masa pandemi ini
langsung dari para pakarnya dari bidang masing-masing. Adapun sesi-sesi dalam online conference antara
lain mengenai Regulations Session, Customer Trends Session, Business Innovation Session, License Session,
Financing, Marketing Outlook, Trend Session, dan Minister Forum for Indonesia Licensing. IFRA Online
Conference sudah dibuka pendaftarannya dengan mengakses laman situs www.ifra-indonesia.com.
Dengan membayar biaya investasi sebesar Rp 110.000, peserta mendapatkan access link untuk
mengakses online conference.

3
“Kami hadirkan Online Conference dan Virtual Expo ini untuk memberikan wawasan dan pengetahuan
kepada pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya. Diharapkan dengan adanya event ini dapat
memancing kreativitas pelaku usaha untuk mulai berpikir kreatif dalam mengembangkan produknya agar
bisa bertahan dalam situasi ini. Begitu juga dengan masyarakat yang setelah memahami seluk-beluk dunia
lisensi dan waralaba dapat memulai mewujudkan bisnisnya. Kami sediakan paket lengkap, mulai dari
teorinya di Online Conference hingga praktiknya di Virtual Expo untuk mulai bertransaksi bisnis. Kami kira
ini kesempatan yang perlu dimanfaatkan untuk mencari peluang usaha post-pandemic. Apalagi kehadiran
pemerintah pada event ini juga merupakan wujud dukungan dari pemerintah agar pemerintah dan pelaku
usaha dapat bersinergi bersama untuk membantu pertumbuhan perekonomian nasional,” tutup Susanty
Widjaja CFE, Ketua Umum ASENSI.

***
Tentang Asosiasi Franchise Indonesia (AFI)
Dilandasi oleh kesadaran dan tugas serta tanggung jawab bersama, berniat mempersatukan diri dalam satu-satunya
wadah organisasi pada tingkat Nasional serta merupakan forum kerjasama demi meningkatkan dan
mengembangkan potensi dalam menjadikan dirinya sebagai mitra Pemerintah, maupun sektor swasta lain maka
sejumlah Pengusaha Perusahaan Franchise (Franchisor) yaitu PT. Trim’s Mustika Citra, Es Teler 77, Widyaloka,
Nilasari dan Homes 21 mewakili Franchisor di Indonesia pada tanggal 22 November 1991 telah bersepakat
mendirikan satu-satunya wadah Organisasi Perusahaan Franchise (Franchisor) di Indonesia yang diberi nama
Asosiasi Franchise Indonesia (AFI).
Sebelum didirikannya AFI, para pencetus ide ini telah melakukan koordinasi dengan Departemen Perindustrian Dan
Perdagangan Republik Indonesia, ILO (International Labour Organization), dan Lembaga Manajemen IPPM. AFI juga
didirikan bertujuan untuk mendorong UMKM menjadi usaha unggulan.
Tentang Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI)
ASENSI (Asosiasi Lisensi Indonesia) adalah organisasi independen non partisan para pemegang lisensi dan para
pemegang hak kekayaan intelektual (HKI) di berbagai bidang usaha. ASENSI hadir untuk mengembangkan,
menumbuhkan dan melindungi para pemegang lisensi dan hak kekayaan intelektual agar dapat memberikan
manfaat kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
ASENSI yakin bahwa ketika para pemegang lisensi dan hak kekayaan intelektual berkumpul, dilindungi dan berada
pada asosiasi yang legal dan profesional maka akan mempercepat proses kreativitas anak bangsa. Kreativitas yang
luas dan dilindungi akan berdampak signifikan terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Semua
kegiatan ASENSI bertujuan untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih baik, maju dan sejahtera.
ASENSI adalah sebuah wadah organisasi pertama di Indonesia yang bertujuan memberdayakan momentum lisensi
bagi para anggotanya di tingkat nasional maupun internasional.
Tentang Dyandra Promosindo

Dyandra Promosindo adalah Professional Exhibition/Event Organizer (PEO) di Indonesia yang merupakan sub-
holding company dari PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN). Sejak berdiri pada tahun 1994, Dyandra

Promosindo berhasil mencetak rekam jejak pameran yang mengesankan di seluruh Indonesia. Dyandra Promosindo
telah menggelar lebih dari 850 pameran di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Medan dan berbagai kota
besar lain di Indonesia.

4
Hingga saat ini Dyandra Promosindo tercatat membawahi 11 anak perusahaan yang bergerak pada bidang
event/exhibition organizer, concert promotor dan juga digital agency. Kesebelas anak perusahaan tersebut
diantaranya PT Dyandra Communication (Dyacomm), PT Fasen Creative Quality (Quad), PT Visicita Imaji Semesta
(Visicomm), PT Idea Besar Komunika (Ideacomm), PT Visi Sarana Media Digital (Underlined), PT Dyan Mas
Entertainment (DME Asia), dan PT Dyandra Global Edutainment.
Dengan lebih dari 1.000 peserta pameran setiap tahun, termasuk peserta dari luar negeri, Dyandra Promosindo
telah membuktikan diri sebagai rekan bisnis terpercaya sambil terus meningkatkan diri menuju budaya pameran
yang lebih baik di Indonesia. Berbagai event yang telah diselenggarakan antara lain pameran B2B, pameran B2C,
konser musik dan festival, konferensi dan summit.
Dyandra Promosindo telah menjadi PEO pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem
kualitas manajemen. Pameran yang diselenggarakan antara lain: Indonesia International Motor Show, Indonesia
International Furniture Expo, Indonesian Petroleum Association Convex, International Franchise, License and Business
Concept Expo & Conference, dan lain-lain,